Ingin bertempur ? Hubungi (0561) 735155 atau 081345229701

14 Maret 2009

SEKILAS TENTANG PAINTBALL

History of Paintball

Sejarah tentang perkembangan paintball dimulai dari aktivitas paintball pertama hingga sekarang yang sudah masuk ke Indonesia.


Permainan perang-perangan (wargame) yang dipopulerkan di Amerika sebenarnya bermula di tahun 1970, dimana James Hale dari Daisy Manufacturing, membuat alat pertama yang melontarkan bola cat (paintball). Pada saat itu, alat ini digunakan untuk menandai (marking) pohon & ternak. Dengan sedikit improvisasi, beberapa orang mulai menggunakan alat ini sebagai sarana main perang-perangan (wargame) sebagai salah satu rekreasi di peternakan.
Permainan antar tim pertama dilakukan di Amerika bulan May 1981 walaupun di beberapa negara bagian di Amerika masih mempertanyakan legalitas marker paintball. Seperti di New Jersey misalnya, baru di tahun 1988 marker paintball dinyatakan bukan senjata api oleh pemerintah setempat setelah diadakan uji coba di lapangan tembak polisi dan disaksikan oleh hakim.
Paintball terus berkembang dan mulai banyak lapangan paintball yang dibuka untuk umum. Paintball juga mulai merambat ke Negara-negara Eropa seperti Inggris, Perancis dan Denmark. Untuk membedakan antara paintball dan senjata api, maka secara internasional, disebutlah senjata paintball sebagai “marker”
Pada tahun 1992 terbentuklah NPPL (National Professional Paintball League) yang menyelenggarakan NPPL Pro-Am Series di Negara-negara bagian Amerika. Alhasil, paintball mulai dikategorikan sebagai olah raga, bukan sarana rekreasi lagi. Dengan perkembangan paintball yang makin pesat, terbentuklah turnamen-turnamen yang lain seperti Millenium series, X-ball, dll.
Menurut Superstudy® survey, di tahun 2002, paintball sudah termasuk olah raga terpopuler urutan ke 3. Semakin banyaknya peminat olah raga ini, unsur keselamatan pemain juga makin diperhatikan. Paintball juga menempati urutan ke 3 di extreme sports ranking setelah skateboard dan wallclimbing.
Perkembangan pesat paintball bisa dirasakan setelah paintball mulai meninggalkan karakter militernya. Memang disaat paintball dimulai, kegiatan ini selalu beriringan dengan tentara, baju loreng, dan kriteria-kriteria army look yang lain. Hasilnya, kegiatan ini hanya diikuti oleh orang-orang berbadan kekar dan maskulin saja.
Disaat paintball mulai bergeser kearah olah raga, semakin banyak penggemar kegiatan tersebut. Mulai banyak anak-anak muda dan wanita yang mulai ikut serta karena unsur “machoman” mulai menghilang. Perlengkapan paintball pun mulai menggunakan warna-warna cerah seperti biru, merah dan kuning. Seni bermain pun berubah dari mengendap-endap ala tentara menjadi lari sambil menembak. Semakin lama paintball semakin enak untuk dilihat karena sudah tidak diadakan di hutan-hutan yang bernyamuk dan berpohon, tetapi diadakan di hamparan rumput hijau yang dikombinasikan dengan bunker beraneka bentuk dan warna, dan mudah dinonton seperti sepak bola.
Di Indonesia sendiri, paintball dibuka pertama kali di Bali sebagai sarana rekreasi. Tidak berapa lama kemudian, Brigade 3234 memperkenalkan paintball ke pulau Jawa di tahun 1996 dengan membuka lokasi di Gunung Putri, Bogor. Paintball terus berkembang dengan dibukanya Patriot Paintball di Alam Sutera (Serpong, Tangerang), Commando Patriot (Bandung), Paintball Bali, Stage Paintball (Medan), dan sekarang sudah merambat ke Kalimantan dan Sulawesi. Untuk lebih lengkapnya, www.paintballindonesia.com.

Manfaat Paintball
Kegiatan paintball dapat mengembangkan kemampuan kepemimpinan. Menyiapkan pemimpin dalam menyusun gagasan, serta mengkomunikasikan kepada tim dan menggerakkan seluruh anggota tim menuju tujuan bersama.
Permainan perang-perangan ini juga meningkatkan kemampuan membuat perencanaan, menganalisa kondisi lingkungan atau medan kerja. Melatih membuat strategi untuk mencapai tujuan tim. Bahkan untuk membangun kedisiplinan, keberanian, dan teamwork. (*)



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar